biasanya untuk desain balok tinggi berlubang beton bertulang menggunakan strut tie methods, namun seperti yg sudah dijelaskan perlu banyak model jika akan digunakan pada desain sesungguhnya terutama jika terdapat beban lateral dan juga kombinasi pembebanan, ditambah lagi untuk beban bolak-balik (reversed). Tulisan ini diambil dari rujukan Blaauwendraad et al (1999) link yg menggunakan stringer panel method dalam perencanaannya.
.
.
.
.
.
kombinasi pembebanan yg ditinjau adalah
- 1.3 F1
- 1.4 F2
- 0.9 F1 + 1.2 F2
- 1.2 F1 + F2
desain balok tinggi dapat dilakukan dgn cara elastis pada SAP2000 pendekatan shell sandwich method untuk estimasi kebutuhan pembesiannya, envelope pembesian dari berbagai kombinasi pembebanan juga dapat ditampilkan langsung dengan atau tanpa meninjau berat sendiri balok.
.
.
analisa 3D dengan elemen solid program bantu FE CalculiX, jenis tumpuan adalah pegas hanya tekan, material elastik belum dimodelkan juga penulangan dengan elemen truss atau beam nonlinear. Mode berikut sebenarnya mencukupi untuk sebagai dasar analisa nonlinear pada Abaqus dengan tambahan embedded rebars dan nonlineritas material, namun pada CalculiX belum didukung.
.
.
.
.
.
.
.
analisa dengan program SAP2000 mengguanakan elemen shell berikut estimasi kebutuhan pembesiannya.
.
.
Kombinasi 1 (1.3 F1)
.
.
Kombinasi 2 (1.4 F2)
.
.
Kombinasi 3 (0.9 F1+1.2F2)
.
.
Kombinasi 4 (1.2 F1+F2)
.
.
envelopes dari berbagai kombinasi diatas ditampilkan berikut.
.
.
ditinjau tulangan bagian bawah, terlihat hasil pembesian shell-sandwhich methods lebih besar jika dibandingkan dengan stringer panel methods pada iterasi pertama analisa linear, sekitar 30% s/d 60% kemungkinan faktor reduksi material beton dan baja tulangan yg digunakan memang berbeda.
.
.
tulangan arah tegak vertikal dekat tumpuan sisi kiri juga hampir lebih besar juga kebutuhan luasannya.
.
.
pada tahap performance analysis dgn meninjau nonlinearitas dan lendutan hubungannya dgn daktilitas, stringer panel methods menempuh penyebaran jumlah tulangan yg lebih banyak namun diameter tulangan yg lebih kecil. Tidak seperti pada umumnya strut and tie methods yg terkonsentrasi dan kemungkinan pola retak dan keruntuhan juga kurang daktail. Pembesian dengan shell sandwich methods lebih menyebar karena didasarkan pada tinggi atau lebar strip tertentu, diambil sekitar 1t s/d 1.5t kelihatannya sudah mencukupi dimana t adalah tebal dinding betoni.






































