.
.
pada penampang baja yg dilakukan analisa manual perhitungan tangan mengabaikan adanya bagian las pada ujung penampang dan juga lengkung bagian takikan, jika hal ini diterapkan maka akan terjadi tegangan terkonsentrasi berlebih pada analisa linear elastis sedangkan analisa nonlinear melakukan redistribusi tegangan yg menunjukkan tidak terlalu masalah. Hal lain karena pada kenyataannya bagian tersebut juga dilas namun dengan ketebalan sekedarnya sebagai penutup walau fabrikator tertentu dengan mesin las yg sudah canggih seperti jenis laser welding atau metode khusus menerapkannya seragam. Berikut beberapa model bagian las dan hasil analisa nonlinear elemen hingga program bantu CalculiX, model bagian las terpisah dan dihubungkan dengan tied contact. Sebenarnya bagian pelat datar dan tegak dapat ditempuh meshing jenis hexahedra terstruktur karena setiap bagian sudah terpisah namun ini untuk kecepatan penyampaian saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
model las dengan sudut tajam tanpa transisi terlihat lebih cepat dalam modeling geometrinya pada CAD, untuk mereduksi tebal las berlebih diatas diperkecil menjadi setengahnya. Berikut perbandingan lain dengan diperkecil lebarnya menjadi seperempat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
sebagai tambahan kejelasan mengenai bagian yg terpisah dan dihubungkan dengn tied contact, berikut meshing pelat dengan elemen hexahedral terstruktur.
.
.
.
.
.
.
.
daalam pemodelan dan analisa ini menggunakan data material baja pelat mutu BJ37 (fy=240MPa) dan las mutu E70xx (fy~400MPa), dimensi pelat datar 200x200x20mm dan pelat tegak 100x100x15mm sedangkan lebar las adalah 8mm. Pelat tegak digeser sebesar 50cmm dari titik tengah dan kemudian diputar 45deg, sisi dua tumpuan adalah jepit lainnya bebas, beban merata permukaan solid sebesar 200N/mm2 atau sekitar 83.3% leleh material pelat baja yg terhubung.
.
.
.
































0 komentar:
Posting Komentar