Sabtu, 07 Februari 2026

model bentuk bagian las pada analisa sambungan baja

 .


.

pada penampang baja yg dilakukan analisa manual perhitungan tangan mengabaikan adanya bagian las pada ujung penampang dan juga lengkung bagian takikan, jika hal ini diterapkan maka akan terjadi tegangan terkonsentrasi berlebih pada analisa linear elastis sedangkan analisa nonlinear melakukan redistribusi tegangan yg menunjukkan tidak terlalu masalah. Hal lain karena pada kenyataannya bagian tersebut juga dilas namun dengan ketebalan sekedarnya sebagai penutup walau fabrikator tertentu dengan mesin las yg sudah canggih seperti jenis laser welding atau metode khusus menerapkannya seragam. Berikut beberapa model bagian las dan hasil analisa nonlinear elemen hingga program bantu CalculiX, model bagian las terpisah dan dihubungkan dengan tied contact. Sebenarnya bagian pelat datar dan tegak dapat ditempuh meshing jenis hexahedra terstruktur karena setiap bagian sudah terpisah namun ini untuk kecepatan penyampaian saja.

.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.



.



.


.


.


.

model las dengan sudut tajam tanpa transisi terlihat lebih cepat dalam modeling geometrinya pada CAD, untuk mereduksi tebal las berlebih diatas diperkecil menjadi setengahnya. Berikut perbandingan lain dengan diperkecil lebarnya menjadi seperempat.

.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

sebagai tambahan kejelasan mengenai bagian yg terpisah dan dihubungkan dengn tied contact, berikut meshing pelat dengan elemen hexahedral terstruktur.

.


.


.



.


.


.



.

daalam pemodelan dan analisa ini menggunakan data material baja pelat mutu BJ37 (fy=240MPa) dan las mutu E70xx (fy~400MPa), dimensi pelat datar 200x200x20mm dan pelat tegak 100x100x15mm sedangkan lebar las adalah 8mm. Pelat tegak digeser sebesar 50cmm dari titik tengah dan kemudian diputar 45deg, sisi dua tumpuan adalah jepit lainnya bebas, beban merata permukaan solid sebesar 200N/mm2 atau sekitar 83.3% leleh material pelat baja yg terhubung.

.


.



.

Minggu, 01 Februari 2026

mengembalikan geometri model CAD

.

.

kebanyakan format file 3D yg didukung adalah STL karena kesederhanaannya, representasi object dengan triangular face. Proses tessellation tersebut menjadikan object kurva dan permukaan lengkung adalah bidang yg banyak,  untuk analisa numerik kebutuhan simulasi sudah dapat digunakan dgn toleransi karena metode elemen hingga sendiri itu adalah mesh pendekatan.  

.

.


.

sebagai contoh diatas adalah pelat tebal dengan lubang pendekatan 24 segmen, jenis file dgn format STL akan sulit dilakukan modifikasi lanjut pada program CAD untuk operasi Boolean, chamfer atau fillet dll. Program elemen hingga juga mempunyai keterbatasan pada metode meshing yg dapat diterapkan, hal tersebut menjadikan program CAD seperti Analysis Situs mengembangkan feature untuk mengembalikan geometri model atau biasa disebut reverse geometric engineering 

.


.


.


.


.

langkahnya cukup sederhana, setelah file format STL dibuka dan tampil, berikan perintah menyimpan dalam format BREP dengan pilihan optimalisasi jumlah permukaan.. Berikut setelah dibuka pada program CAD/CAE lain.

.


.


.


.

contoh ditas untuk object solid, sedangkan untuk object bidang tujuan meshing elemen shell juga dapat dilakukan seperti tampilan dibawah ini.

.


.


.


.


.



.

ocntoh lain utuk object silinder terbuka yg sebelumnya menggunakan format STL kurang berhasil saat meshing elemen shell. Jumlah segmen pembagi object lingkaran sebanyak 36 buah, dapat ditingkatkan untuk kehalusan mesh yg diininkan pada saat penggambaran.

.


.


.


.


.


.

peningkatan kehalusan mesh dengan jumlah pembagi segmen kurva du kali lipat sebelumnya., hasilnya sbb

.


.



.

terlihat cukup berguna dalam pemodelan lanjut saat mendapatkan file STL untuk modifikasi, namun untuk modeling memang sebaiknya CAD yg digunakan mendukung format standar seperti STP/STEP, IGS/IGES atau BRP/BREP dan sya lihat program komersial seperti AutoCAD dan IntelliCAD atau Form Z mendukung salah satu atau beberapa format tersebut.