Rabu, 09 September 2026

proyek antusias OpenAEC dari Belanda

.


.

bebrapa dekade yg llalu perbincangan adanya software yg bersumber terbuka dan gratis (free & opensource) untuk dunia konstruksi seakan mustahil dan dipandang pesimis oleh banyak pengajar maupun praktisi. Namun waktu berjalan dan membuktikan indikasi lain, proyek terpisah bermuculan untuk aplikasi perencanaan seperti modeling gambar tiga dimensi dan dua dimensi, analisis struktural dan juga paket perkantoran dan perhitungan. Salah satu yg cukup baru dan mengerjakan dalam satu proyek adalah OpenAEC dari Belanda, dukungan konsultan dan kontraktor negaranya ada banyak dan kemungkinan pemerintahan dengan dinas terkait juga berkontribusi untuk mereleasikannya.

.


.


.


.

gambar adalah produk akhir dalam pekerjaan konstruksi, baik itu untuk tahap konseptual, diskusi maupun pelaksanaan. OpenAEC juga kelihatannya memperhatikan prioritas ini dengan adanya Open 2D Studio dan Open CAD Studio diikuti dengan Analisa struktur (Open FEM2D Studio), lembar perhitungan untuk laporan (Open Calculation Studio), budgeting atau bill of quantity (Open Calc Studio) dan jadwal pelaksanaan pekerjaan atau scheduling (Open Planner Studio), virtual printer PDF beserta viewer dan editor juga ada yaitu Open PDF Studio, lainnya dapat dilihat secara lengkap dengan mengunjungi website resminya..

Aplikasi penggambaran dua dimensi dengan Open 2D Studio mirip dengan penggambaran vector dengan skalatis dan presisi seperti Autodesk AutoSketch atau Visio, sedangkan Open CAD Studio mendekati Autodesk AutoCAD atau CMS IntelliCAD versi full bukan LT karena kemampuan menggambar dalam tiga dimensi juga dimiliki. Mungkin saja kedepannya akan ada semisal Open 3D Studio yg mempunyai kemampuan seperti Revit atau ArchiCAD karena sementara ini mengacu Blender BIM (Bonsai). Lainnya yg dapat saja ada semisal Open Solid Studio yg mempunyai kemampuan seperti Fusion, SolidWorks atau SketchUp.

berikut adalah beberapa tangkapan layar Open 2D Studio yg dapat memberikan gambaran kemampuan serta feature walau dalam tahap versi awal atau beta.

.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

berikut adalah beberapa tangkapan layar Open CAD Studio yg dapat memberikan gambaran kemampuan serta feature walau dalam tahap versi awal atau beta.

.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

Walau masih terbatas pada dua dimensi, aplikasi analisa struktur dan desain juga sudah ada yaitu Open FEM2D Studio dibuat untuk analisa portal dan rangka batang kemampuan orde duan dan juga large deformation, analisa dinding geser atau deep beam dgn elemen plane stress dan juga pelat lentur atau slab. Begitu juga ini mungkin kedepananya akan ada semisal Open FEM3D Studio yg mampu analisa struktur dan desain seperti Etabs atau Staad Pro, atau bahkan yg lebih advanced lagi semisal Open Simulation Studio yg mampu analisa tingkatan rumit dengan FEM dan CFD seperti Ansys mechanical dan Fluent.

.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

Laporan perhitungan desian teknik, sipil dan struktural diberikan aplikasi Open Calculation Studio  mirip dengan Calcpad yg mempunyai kemampuan seperti Matlab untuk input dan Matchcad pada output, atau Maple. Perbedaannya berjalan pada semua OS tanpa ketergatungan teknologi dotnet dari Microsoft. Distribusi dokumen elektronik biasanya dalam format PDF, ini juga disediakan sebagai vitual printer dan juga viewer beserta editornya. Kedepannya mungkin juga ada semisal Open Office Studio untuk aplikasi perkantoran umum, olah dokumen, lembar kerja dan presentasi.

.


.


.


.


.


.


.


.

Jadi bicara mungkin itu ya sya pikir sebaiknya jangan direspons negatif dangan tidak, seperti yg disampaikan salah satu developer semua memungkinkan jika ada dukungan, maksudnya adalah lebih kepada pendanaan karena penggunaan teknologi AI berbayar dalam implementasi suatu feature dalam aplikasi. Lalu siapa saja yg dapat berperan, tentunya semua: perorangan dapat saja walau mungkin kecil, perusahaan konsultan  atau  kontraktor dapat cukup besar dan tentunya terbesar kemampuannya yaitu institusi terkait dari pemerintah atau negara.

Sabtu, 07 Februari 2026

model bentuk bagian las pada analisa sambungan baja

 .


.

pada penampang baja yg dilakukan analisa manual perhitungan tangan mengabaikan adanya bagian las pada ujung penampang dan juga lengkung bagian takikan, jika hal ini diterapkan maka akan terjadi tegangan terkonsentrasi berlebih pada analisa linear elastis sedangkan analisa nonlinear melakukan redistribusi tegangan yg menunjukkan tidak terlalu masalah. Hal lain karena pada kenyataannya bagian tersebut juga dilas namun dengan ketebalan sekedarnya sebagai penutup walau fabrikator tertentu dengan mesin las yg sudah canggih seperti jenis laser welding atau metode khusus menerapkannya seragam. Berikut beberapa model bagian las dan hasil analisa nonlinear elemen hingga program bantu CalculiX, model bagian las terpisah dan dihubungkan dengan tied contact. Sebenarnya bagian pelat datar dan tegak dapat ditempuh meshing jenis hexahedra terstruktur karena setiap bagian sudah terpisah namun ini untuk kecepatan penyampaian saja.

.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.



.



.


.


.


.

model las dengan sudut tajam tanpa transisi terlihat lebih cepat dalam modeling geometrinya pada CAD, untuk mereduksi tebal las berlebih diatas diperkecil menjadi setengahnya. Berikut perbandingan lain dengan diperkecil lebarnya menjadi seperempat.

.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

sebagai tambahan kejelasan mengenai bagian yg terpisah dan dihubungkan dengn tied contact, berikut meshing pelat dengan elemen hexahedral terstruktur.

.


.


.



.


.


.


.

dibawah contoh lain pada profil Tee, dimana ketebalan las pada sayap dan badan berbeda terlihat agak kesulitan pada daerah transisi lengkung tekukan dan sebaiknya dimodelkan pendekatan kurva polygon untuk kemudahan dan kesesuaian tebal lasnya..

.


.


.


.


.


.

terlihat ada konsentrasi tegangan yg kurang realistis pada daerah tekukang representasi lengkug ideal, berikut perbaikan dengan lengkung poligon dan beban tarik ditingkatkan 50% dari sebelumnya

.


.


.

dalam pemodelan dan analisa ini menggunakan data material baja pelat mutu BJ37 (fy=240MPa) dan las mutu E70xx (fy~400MPa), dimensi pelat datar 200x200x20mm dan pelat tegak 100x100x15mm sedangkan lebar las adalah 8mm. Pelat tegak digeser sebesar 50cmm dari titik tengah dan kemudian diputar 45deg, sisi dua tumpuan adalah jepit lainnya bebas, beban merata permukaan solid sebesar 200N/mm2 atau sekitar 83.3% leleh material pelat baja yg terhubung.

.


.



.