Minggu, 01 Februari 2026

mengembalikan geometri model CAD

.

.

kebanyakan format file 3D yg didukung adalah STL karena kesederhanaannya, representasi object dengan triangular face. Proses tessellation tersebut menjadikan object kurva dan permukaan lengkung adalah bidang yg banyak,  untuk analisa numerik kebutuhan simulasi sudah dapat digunakan dgn toleransi karena metode elemen hingga sendiri itu adalah mesh pendekatan.  

.

.


.

sebagai contoh diatas adalah pelat tebal dengan lubang pendekatan 24 segmen, jenis file dgn format STL akan sulit dilakukan modifikasi lanjut pada program CAD untuk operasi Boolean, chamfer atau fillet dll. Program elemen hingga juga mempunyai keterbatasan pada metode meshing yg dapat diterapkan, hal tersebut menjadikan program CAD seperti Analysis Situs mengembangkan feature untuk mengembalikan geometri model atau biasa disebut reverse geometric engineering 

.


.


.


.


.

langkahnya cukup sederhana, setelah file format STL dibuka dan tampil, berikan perintah menyimpan dalam format BREP dengan pilihan optimalisasi jumlah permukaan.. Berikut setelah dibuka pada program CAD/CAE lain.

.


.


.


.

contoh ditas untuk object solid, sedangkan untuk object bidang tujuan meshing elemen shell juga dapat dilakukan seperti tampilan dibawah ini.

.


.


.


.


.



.

ocntoh lain utuk object silinder terbuka yg sebelumnya menggunakan format STL kurang berhasil saat meshing elemen shell. Jumlah segmen pembagi object lingkaran sebanyak 36 buah, dapat ditingkatkan untuk kehalusan mesh yg diininkan pada saat penggambaran.

.


.


.


.


.


.

peningkatan kehalusan mesh dengan jumlah pembagi segmen kurva du kali lipat sebelumnya., hasilnya sbb

.


.



.

terlihat cukup berguna dalam pemodelan lanjut saat mendapatkan file STL untuk modifikasi, namun untuk modeling memang sebaiknya CAD yg digunakan mendukung format standar seperti STP/STEP, IGS/IGES atau BRP/BREP dan sya lihat program komersial seperti AutoCAD dan IntelliCAD atau Form Z mendukung salah satu atau beberapa format tersebut.

Jumat, 02 Januari 2026

balok tinggi berlubang dgn beban kombinasi lateral

biasanya untuk desain balok tinggi berlubang beton bertulang menggunakan strut tie methods, namun seperti yg sudah dijelaskan perlu banyak model jika akan digunakan pada desain sesungguhnya terutama jika terdapat beban lateral dan juga kombinasi pembebanan, ditambah lagi untuk beban bolak-balik (reversed). Tulisan ini diambil dari rujukan Blaauwendraad et al (1999) link yg menggunakan stringer panel method dalam perencanaannya.

.


.


.


.


.

kombinasi pembebanan yg ditinjau adalah

  • 1.3 F1
  • 1.4 F2
  • 0.9 F1 + 1.2 F2
  • 1.2 F1 + F2

desain balok tinggi dapat dilakukan dgn cara elastis pada SAP2000 pendekatan shell sandwich method untuk estimasi kebutuhan pembesiannya, envelope pembesian dari berbagai kombinasi pembebanan juga dapat ditampilkan langsung dengan atau tanpa meninjau berat sendiri balok.

.


.

analisa 3D dengan elemen solid program bantu FE CalculiX, jenis tumpuan adalah pegas hanya tekan, material elastik belum dimodelkan juga penulangan dengan elemen truss atau beam nonlinear. Mode berikut sebenarnya mencukupi untuk sebagai dasar analisa nonlinear pada Abaqus dengan tambahan embedded rebars dan nonlineritas material, namun pada CalculiX belum didukung.

.


.


.


.


.


.



.

analisa dengan program SAP2000 mengguanakan elemen shell berikut estimasi kebutuhan pembesiannya.

.


.

Kombinasi 1 (1.3 F1)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kombinasi 2 (1.4 F2)

.

.

.

.

.

.

.

.


.

Kombinasi 3 (0.9 F1+1.2F2)

.

.

.

.

.

.

.


.

Kombinasi 4 (1.2 F1+F2)

.

.

.

.

.

.

.

.


.

envelopes dari berbagai kombinasi diatas ditampilkan berikut.

.

.

.


.

ditinjau tulangan bagian bawah, terlihat hasil pembesian shell-sandwhich methods lebih besar jika dibandingkan dengan stringer panel methods pada iterasi pertama analisa linear, sekitar 30% s/d 60% lebih. Kelihatannya memang metode envelopes pada SAP2000 untuk perencanaan dinding beton tidak sesuai, nilai envelopes daimbil dari gaya internal terbesar kemudian setelah itu prosedur mencari nilai luas tulangan elemen shell diterapkan bukan dari nilai itu sendiri

.



.

tulangan arah tegak vertikal dekat tumpuan sisi kiri juga hampir lebih besar juga kebutuhan luasannya.

.



.

pada tahap performance analysis dgn meninjau nonlinearitas dan lendutan hubungannya dgn daktilitas, stringer panel methods menempuh penyebaran jumlah tulangan yg lebih banyak namun diameter tulangan yg lebih kecil. Tidak seperti pada umumnya strut and tie methods yg terkonsentrasi dan kemungkinan pola retak dan keruntuhan juga kurang daktail. Pembesian dengan shell sandwich methods lebih menyebar karena didasarkan pada tinggi atau lebar strip tertentu, diambil sekitar 1t s/d 1.5t kelihatannya sudah mencukupi dimana t adalah tebal dinding betoni.